SMKN 1 DONGGO BANGUN FASILITAS WALL CLIMBING UNTUK DUKUNG PEMBELAJARAN DAN PENGEMBANGAN KARAKTER SISWA

[Bima-NTB] – Dalam upaya meningkatkan sarana pembelajaran dan pengembangan karakter peserta didik, SMKN 1 Donggo resmi membangun fasilitas wall climbing di lingkungan sekolah. Fasilitas ini diharapkan dapat menjadi media pembelajaran olahraga sekaligus sarana pengembangan bakat dan minat siswa di bidang olahraga panjat tebing. Pembangunan wall climbing ini dimulai pada bulan November 2025 dan selesai awal bulan Januari 2026.

Kepala SMKN 1 Donggo H. Hasanudin, S.Pd, menyampaikan bahwa pembangunan wall climbing ini merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam menyediakan fasilitas yang mendukung pembelajaran holistik, tidak hanya akademik dan vokasi, tetapi juga penguatan karakter, kesehatan jasmani, dan keterampilan nonteknis siswa.
“Wall climbing ini tidak hanya untuk kegiatan olahraga, tetapi juga melatih disiplin, keberanian, kerja sama, serta mental pantang menyerah bagi peserta didik,” ujar beliau.
Fasilitas wall climbing ini dirancang sesuai dengan standar keselamatan dan akan dimanfaatkan dalam kegiatan pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), kegiatan ekstrakurikuler, serta sebagai sarana pembinaan atlet muda panjat tebing di tingkat sekolah.
Selain itu, pembangunan wall climbing juga sejalan dengan program pengembangan sekolah berbasis minat dan bakat, serta mendukung kegiatan positif siswa di luar jam pembelajaran. Sekolah berharap fasilitas ini dapat memotivasi siswa untuk lebih aktif, sehat, dan berprestasi baik di tingkat daerah maupun nasional.
Para siswa menyambut antusias hadirnya fasilitas tersebut. Mereka menilai wall climbing menjadi sarana baru yang menarik, menantang, dan memberikan pengalaman belajar yang berbeda di lingkungan sekolah.
Dengan adanya fasilitas wall climbing ini, SMKN 1 Donggo terus berupaya menjadi sekolah yang inovatif, adaptif, dan berorientasi pada pengembangan potensi peserta didik secara menyeluruh. Disamping itu pula sarana wall climbing ini sebagai media promosi sekolah dengan cara mengadakan kompetisi panjat tebing antar pelajar secara rutin baik tingkat kabupaten/kota maupun tingkat Provinsi. ( Penulis : Arifin, S.Pd )
Jadilah yang pertama berkomentar di sini